Tentang Kami

Sambutan Presiden Direktur

Pemegang Saham yang terhormat,

Tahun 2019 merupakan tahun yang penuh tantangan dan bukan tahun yang mudah untuk dilalui Perseroan. Berbagai situasi ketidakpastian industri migas dalam tataran giobal dan nasional mempengaruhi dinamika kebijakan pemerintah dalam ketahanan energinasional, khususnya pemberian privilege ke BUMN (Pertamina dan entitas anak) untuk mengoperasikan blok-blok yang berakhir kontraknya, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap eksistensi kontrak-kontrak entitas anak dan entitas asosiasi dan juga perjalanan usaha Perseroan.

Pada akhir tahun 2018, kontrak entitas anak melalui TAC IBN Linda Sele yang menjadi sumber pendapatan utama Perseroan telah berakhir dan tidak memperoleh perpanjangan kontrak dari PT Pertamina EP (PEP) sebagai pemegang Wilayah Kerja lapangan Migas di Sorong Papua Barat.

Menghadapi situasi ini dan berbekal keterbatasan sumber daya finansial yang dimiliki Perseroan, strategi operasi dan pengembangan usaha tahun 2019 fokus pada 3 (tiga) pokok orientasi. Pertama, fokus menyelamatkan satu-satunya entitas asosiasi PT Indelberg Oil Indonesia (lOl) yang masih memiliki lapangan minyak Operasi Produksi Benakat Barat, Sumatera Selatan; kedua, menata ulang usaha pada jasa penunjang hulu migas dengan tingkat resiko rendah melalui aliansi strategis atau partnership; ketiga mengembangkan kembali bisnis pertambangan batu dalam skala kecil.

Orientasi pertama untuk mempertahankan dan penyelamatan portopolio pada entitas asosiasi tidak membuahkan hasi! yang positif, tetapi diluar kendali dan perkiraan, kontrak kerjasama entitas asosiasi telah diputus sepihak oleh PEP sebagai pemegang wilayah kerja Lapangan Minyak Benakat Barat, sehingga mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan. Pengembangan usaha Perseroan juga penuh tantangan, dimana rencana kerjasama dalam usaha jasa penunjang hulu migas belum dapat direalisasikan, dikarenakan tender dan kontrak usaha penunjang migas ditunda oleh operator atau kontraktor migas karena faktor internal maupun tantangan eksternal ketidakpastian industri migas. Pada kuartal ketiga 2019, Perseroan telah merealisasikan kerjasama operasi penambangan batu di Lampung Selatan berskala kecil dengan skema bagi hasil. Kegiatan produksi telah dimulai pada kuartal empat 2019 dan belum dapat memberikan dampak terhadap kontribusi pendapatan Perseroan di tahun 2019, terutama disebabkan kendala teknis operasional pada tahap awal operasi, kendala musim hujan serta ditundanya proyek-proyek infrastruktur pemerintah maupun swasta pada penghujung tahun 2019.

Top