TENTANG KAMI

Strategi Perusahaan

 

KINERJA 2017

Penjualan Perseroan selama tahun 2017 sebagian besar merupakan kontribusi penjualan minyak mentah TAC Linda Sele dengan nilai Rp 28,67 miliar atau 58,68% dari seluruh penjualan Perseroan, meningkat 20,22% dibandingkan tahun 2016 kendati volume penjualan sedikit menurun 0,72% menjadi 64.730 barel pada tahun 2017. Kenaikan ini disebabkan adanya kenaikan harga rata-rata jual minyak mentah Walio dari semula USD 37,30 per barel menjadi USD 49,15 per barel pada tahun 2017.

Penjualan granit menurun 52,39% dari semula Rp 42,39 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp 20,18 miliar pada tahun 2017. Produksi juga menurun 38,20% dari semula 677.683 ton menjadi 418.794 ton pada tahun 2017, seiring dengan hampir selesainya keseluruhan proses pelepasan segmen usaha pertambangan granit.

Upaya kami untuk melakukan efisiensi biaya telah membuahkan hasil pada menurunnya kerugian Perseroan. Rugi dari operasi menurun 82,24% dari semula Rp 16,72 miliar menjadi Rp 2,97 miliar pada tahun 2017. Kerugian tersebut berasal dari sektor minyak dan gas bumi sebesar Rp 2,36 miliar dan rugi dari operasi yang dihentikan sebesar Rp 0,61 miliar.

Secara keseluruhan Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp 23,35 miliar atau menurun 0,05% dibanding tahun 2016 sebesar Rp 23,36 miliar dikarenakan adanya pengakuan beban keuangan atas piutang lain-lain dari PT Indelberg Oil Indonesia (entitas asosiasi) sebesar Rp 15,01 miliar.

TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK

Sejalan dengan strategi Perseroan untuk melanjutkan pengurangan belanja modal, efisiensi biaya, pengurangan biaya serta pengendalian, Internal Audit difungsikan untuk memastikan implementasi strategi Perseroan tersebut diatas maupun pemenuhan standar prosedur operasi telah dilaksanakan dalam aktivitas operasi sehari-hari pada TAC Pertamina EP IBN Oil Holdico Ltd. (TAC Linda Sele) maupun KSO Pertamina EP - Benakat Barat Petroleum (KSO BBP). Perusahaan senantiasa memonitor aktivitas operasi harian pada anak usaha agar dapat memitigasi potensi resiko yang mungkin timbul dan dapat mempengaruhi kelangsungan operasi serta cepat tanggap menyelesaikan permasalahan-permasalahan operasional.

Memahami Perseroan memiliki eksposur terhadap lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja dalam aktivitas operasinya yang dapat secara langsung atau tidak langsung berdampak terhadap karyawan, properti, komunitas serta peraturan hukum, Perusahaan selalu berupaya meningkatkan kepatuhan Kesehatan Keselamatan Lingkungan antara lain dengan memelihara kewajiban pelaporan dan analisa lingkungan, melaksanakan Proper Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dalam setiap aktivitas operasinya, menjaga penyampaian pelaporan secara tepat waktu kepada pemerintah terkait hingga cepat tanggap terhadap keluhan masyarakat atas kerusakan atau issue lingkungan lainnya. Selain itu, Perseroan bersama anak usahanya secara rutin menyelenggarakan HSE Talk untuk meningkatkan kepedulian terhadap K3 dalam internal organisasi.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah aspek terpenting dalam menjaga kelangsungan usaha Perseroan. Tanggung Jawab sosial Perseroan mencakup sektor ekonomi, sosial dan pengembangan masyarakat lokal, yang diwujudkan dalam program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan subkontraktor/ pemasok dalam aktivitas operasi, kontribusi sosial dan pendidikan melalui program bea siswa, perbaikan sarana sekolah, perbaikan sarana ibadah dan prasarana masyarakat lainnya. Selama tahun 2017, Perseroan menunda pelaksanaan program CSR, sementara menunggu selesainya sinkronisasi regulasi antar pemerintah.

Perseroan telah mencadangkan dana CSR dan tetap berkomitmen melaksanakan program CSR apabila tidak terdapat kendala regulasi tersebut.

TANTANGAN DAN PELUANG 2018

Tahun 2018 menjadi tahun penuh tantangan bagi Perseroan dimana kontrak TAC Linda Sele akan berakhir pada Nopember 2018. Meskipun TAC Linda Sele tergolong lapangan yang sudah tua (mature), sisa cadangan minyak terbukti dan wilayah yang berdekatan dengan lapangan ini dapat dimaksimalkan melalui beberapa aktivitas eksploitasi, disamping kami juga berusaha untuk dapat memperoleh kontrak baru dari PT Pertamina EP (PEP) sebagai pemegang Wilayah Kerja, sebagaimana kawasan timur kurang menjadi prioritas pengembangan PEP, terutama lapangan tua (mature field) seperti lapangan Linda Sele ini.

Suatu tantangan juga bagi kami untuk meningkatkan kinerja KSO BBP, ditengah ketidakpastian harga minyak mentah dunia, cuaca ekstrem hingga hambatan operasi lainnya dalam pencapaian target produksi yang memberikan nilai ekonomis dan menguntungkan anak usaha dan Perseroan pada gilirannya.

Dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki Perseroan, mendapatkan skema dan sumber pendanaan yang favorable, baik melalui pasar modal, aliansi strategis, menjadi kunci utama untuk kelangsungan usaha Perseroan, termasuk anak usaha dan asosiasi.

Melihat prospek ke depan, Kami tetap optimis tren harga minyak menunjukan kenaikan yang lebih baik dan dapat membawa iklim yang kondusif terhadap operasional dan kinerja Perseroan. Adalah suatu tantangan dan peluang bagi Perseroan untuk mendapatkan alternatif bisnis lainnya yang dapat menghasilkan arus kas bagi Perusahaan, baik melalui akuisisi atau aliansi strategis atau kemitraan atau kolaborasi bisnis dengan industri migas maupun non migas.

 

 

Kantor Pusat

Gedung Menara Karya 3rd Floor
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 Kav.1-2
Jakarta – 12950
Tel: (62 21) 57957518   |   Fax: (62 21) 57957418